APA ITU PRIBUMI PERKASA ?

​PRIBUMI PERKASA adalah Gelar bagi siapa saja yang  sudah menunaikan 4 ciri sebagai berikut :

1.Mengamalkan Amalan-amalan Pribumi Perkasa yang pada akhirnya mereka mendapatkan Pangkat Tertinggi setelah mengamalkan Tauhiid kepada Alloh Ta’ala hingga ke Ma’rifat  jadi liko kepada-NYA (Alloh) .
2.Mengamalkan semua Amalan Pribumi Perkasa ,  tanpa ada yang di tuju oleh hati dan di lirik oleh mata , kecuali Sumeja Tumut (berserah diri taat) kepada Alloh Ta’ala saja.
3.Dari satu persatu Amalan kalimah Pribumi Perkasa , hanya berSumeja menganggungkan Alloh saja
4.Menyadari dan meyakini Jika salah dalam ber-niat, maka mereka sudah tidak akan salah lagi di dunia nya akan mendekati menuju kepada hal yang akan Menjadi Aib bagi dirinya sendiri . sedang Akhiratnya sudah tentu tidak perlu di ceritakan lagi.

APA ITU AMALAN PRIBUMI PERKASA?

Al-quran, As-Sunnah, & Asma Abdul Jabbar

FILOSOFI NAMA

​PRIBUMI PERKASA = ABDUL JABBAR
ABDUL = PRIBUMI = KHALIFAH
Adalah Hamba Alloh yang benar-benar beribadah kepada Alloh ta’ala dengan sebenar-benarnya ibadah berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, Yang kemudian mendapatkan pangkat yang tinggi yaitu sebagai Khalifah di muka bumi.

JABBAR = GAGAH PERKASA
Adalah Mengandung makna ke-gagah-an, ke-agung-an, ke-tinggi-an dan istiqomah
Memilki makna yang tidak dapat disaingi karena ketinggian dan ke-gagahperkasa-annya.
Menumbuhkan, menutup dan memperbaiki agar tetap dalam keadaan fitrah. (istiqomah).
Dapat memaksa segala sesuatu (mahluk) untuk tunduk kepadanya.

​​Menurut Imam Qusyairi Jabbar adalah :
a)Menghendaki untuk menutup kekurangan terlebih dahulu, Bebersih dengan kifarot, sedekah, dll
b)Kemudian dididik berdasarkan Al Qur’an dan sunnah,
c)Diasah dengan tujuan tinggi yang telah ditetapkan oleh Alloh ta’ala,
d)Gagah perkasa dalam menjalankan perintah Alloh ta’ala dan gagah perkasa pula dalam usaha menolong sesama dan dengan gagah perkasa pula sampai akhir waktu/hayat tetap beribadah kepada Alloh ta’ala dengan sebenar-benar ibadah.
e)Diasuh jiwanya sehingga tidak terpelosok dalam jiwa yang buruk,
f)Sehingga jiwa muthmainnah langgeng/ konstan/ istiqomah padanya tiada terombang-ambing oleh pergantian suasana.